Pernah engkau mendengar kisah tentang istri Shalih Ibn Hay?
Ia adalah seorang wanita yang ditinggal mati suaminya dan memiliki dua putra.
Disebutkan, ketika keduanya telah tumbuh dewasa, wanita salehah ini senantiasa
mengajarkan kepada mereka tentang ibadah, ketaatan pada Allah, dan salat malam.
Ia pernah berkata kepada anaknya,”Hendaknya tidak sedikit
pun dari waktu malam Lewat di rumah kita, kecuali ada seseorang yang berdiri
mengingat Allah.” Keduanya berkata,”apa yang engkau kehendaki, wahai ibu?” Ia
berkata,”Kita bagi malam hari menjadi tiga bagian. Salah satu dari kalian harus
bangun sepertiga pertama yang pertama. Yang lain sepertiga malam yang kedua dan
aku akan bangun pada sepertiga malam yang terakhir. Setelah itu aku akan
membangunkan kalian untuk salat Fajar.”
Keduanya berkata, “kami akan memperhatikan dan mentaatinya,
wahai ibunda.” Dan benar, ketika sang ibu meninggal dunia, kedua anak itu tidak
pernah meninggalkan salat malam. Itu, katena ketaatan dalam ibadah sudah
memenuhi hatinya. Maka dari itu, waktu yang terindah bagi keduanya pun adalah
ketika keduanya melaksanakan salat malam. Keduanya membagi waktu malam menjadi
dua bagian. Bahkan, ketika salah satu dari mereka jatuh sakit., maka salah
seorang dari keduanya menghidupkan seluruh malamnya dengan ibadah.
