Beranda

Wednesday, 4 March 2015

HATI YANG MERINDUKAN SURGA



Pernah engkau mendengar kisah tentang istri Shalih Ibn Hay? Ia adalah seorang wanita yang ditinggal mati suaminya dan memiliki dua putra. Disebutkan, ketika keduanya telah tumbuh dewasa, wanita salehah ini senantiasa mengajarkan kepada mereka tentang ibadah, ketaatan pada Allah, dan salat malam.
Ia pernah berkata kepada anaknya,”Hendaknya tidak sedikit pun dari waktu malam Lewat di rumah kita, kecuali ada seseorang yang berdiri mengingat Allah.” Keduanya berkata,”apa yang engkau kehendaki, wahai ibu?” Ia berkata,”Kita bagi malam hari menjadi tiga bagian. Salah satu dari kalian harus bangun sepertiga pertama yang pertama. Yang lain sepertiga malam yang kedua dan aku akan bangun pada sepertiga malam yang terakhir. Setelah itu aku akan membangunkan kalian untuk salat Fajar.”

Keduanya berkata, “kami akan memperhatikan dan mentaatinya, wahai ibunda.” Dan benar, ketika sang ibu meninggal dunia, kedua anak itu tidak pernah meninggalkan salat malam. Itu, katena ketaatan dalam ibadah sudah memenuhi hatinya. Maka dari itu, waktu yang terindah bagi keduanya pun adalah ketika keduanya melaksanakan salat malam. Keduanya membagi waktu malam menjadi dua bagian. Bahkan, ketika salah satu dari mereka jatuh sakit., maka salah seorang dari keduanya menghidupkan seluruh malamnya dengan ibadah.